Peserta SM3T Aceh Tiba di Kabupaten Lembata, NTT - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Peserta SM3T Aceh Tiba di Kabupaten Lembata, NTT

Peserta SM3T Aceh Tiba di Kabupaten Lembata, NTT

Written By Irfan Dani on Sunday, October 21, 2012 | 12:59 PM

Makanan khas Lembata bose, bubur jagung
Jamuan saat baru mendarat di Lembata
Makanan khas masyarakat Lembata, berupa bubur jagung dan kacang-kacangan. Makanan ini boleh dimakan dengan lauk ikan dan sayur layaknya makan nasi biasa.

Kedatangan peserta SM3T di Lembata di sambut hangat masyarakat setempat. Di pelabuhan Lewoleba, pejabat daerah telah menunggu antusias calon cekgu asal Aceh ini turun dari kapal Bukit Siguntang yang membawa mereka dari daratan Kupang. Rombongan disambut hangat dengan kalungan kain khas dari kepala diknas Lembata. Kapolres dan jajarannya jg dengan sigap membantu mengangkut barang bawaan. Beberapa truk kepolisian siap mengantarkan mereka ke kantor diknas. Di sana sudah menunggu para orang tua asuh yang akan menampung mereka. Setelah ada sedikit upacara, kami disuguhi makan malam. Ada nasi dan lauk pauknya. Yang mengasyikkan adalah pilihan makanan bose, makanan khas masyarakat Lembata, berupa bubur jagung dan kacang-kacangan. Makanan ini boleh dimakan dengan lauk ikan dan sayur layaknya makan nasi biasa.
Penyerahan peserta kpd Pemda Lembata
Pak Wildan, PD IV FKIP Unsyiah  dikalungi tenun adat saat penjemputan di pelabuhan.
Penyerahan sebanyak 74 peserta SM3T asal Aceh kepada Pemda Kabupaten Lembata dilakukan pukul 9.00 WITA, bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Lembata. Penyerahan dilakukan oleh ketua rombongan  dan diterima langsung oleh Bupati Lembata, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah.
Acara turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Lembata, Kapolres, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Drs . Alexander Tupen Making), beberapa Pimpinan SKPD, tokoh masyarakat n tokoh adat, Kepala UPTD Diknas, Kepala Sekolah n Pengawas satuan pendidikan, orang tua asuh, dan peserta SM3T.
Jumlah peserta asal Aceh untuk Kab. Lembata 74 orang (36 laki-laki dan 38 perempuan). Mereka berasal dari 12 program studi, yaitu BI 4, EN 20, Geo 2, Mat 7, Bio 5, Fis 5, Kim 8, Eko 5,  Sej 1, Penjaskes 9, PGSD 3, Dan PPKN 5.
Pada kesempatan itu ketua rombongan menyampaikan harapan agar pemda Lembata bersedia menerima kehadiran duta-duta Aceh disertai dengan bimbingan, perlindungan, dan tidak membiarkan mereka nikah di Lembata selama 2 tahun ke depan.
Khusus kepada peserta SM3T diharapkan agar mereka pandai-pandai membawa diri di tengah-tengah masyarakat yang multi budaya dan agama. Ungkapan “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” patut menjadi perhatian mereka. Peserta semestinya menyelami kearifan lokal, kekhasan adat dan budaya setempat, dan tetap memperlihatkan jati diri sebagai orang Aceh yang agamis.
Pantun
Ucapan serahan peserta SM3T FKIP Unsyiah ini ditandai dengan pembacaan pantun berikut:
Sedari Aceh ke Tanah Nusa
Naiki kapal Susi/Lionair
Sarjana Aceh santun bahasa
Cerdaskan warga setanah air
Kota Sabang di ujung barat
Pulau terluar  ibu pertiwi
Nusa Tenggara kami mendarat
Hajat mengabdi majukan negeri
Jalan-jalan di kota Kupang
Singgah sebentar di Undana
Izinkan kami datang berjuang
Cekgu mengajar Lembata nama
Kapal laut Bukit Siguntang
Berlabuh juga di Lewoleba
Anak Aceh sudahlah datang
Berteguh kata maju bersama
Anak Aceh sudahlah datang
Jauh dari ujung Sumatera
Terima kami jangan berpantang
Kita bersatu Indonesia Raya
Informasi tentang Lembata
Kabupaten Lembata terdiri atas 9 kecamatan, dengan jumlah penduduk sekitar seratus tiga puluh ribu jiwa. Kecil daerahnya dan sedikit penduduknya. Peserta SM3T Aceh ditempatkan pada  sekolah-sekolah negeri di 9 kecamatan itu.
Masalah utama yang hingga kini masih melilit masyarakat Lembata adalah listrik, jalan, dan air. Hingga kini masih dijumpai  titik-titik yang listriknya hidup dari pukul 6 s.d. 12 jam/hr. Jalan-jalan utama sangat rusak aspalnya. Jarak sekitar 60 km harus ditempuh oleh cekgu kita dalam rentang waktu 2-3 jam. Air bersih dan juga sanitasi masih sangat belum memadai di sana. Minimnya infrastruktur negeri Lembata telah melabelkan daerah ini kawasan tertinggal di Indonesia.
Budaya Lembata
Ada dua icon utama masyarakat Lembata: budaya senyum dan penerima tamu. Mereka sungguh murah senyum. Ramah. Bersahaja. Semua pendatang merasa aman di sana.
Hampir tidak pernah terjadi pencurian.
Masyarakat Lembata adalah komunitas senang menerima tamu. Mereka sangat memuliakan tamu. Itu pula sebabnya mereka berlomba mendaftar sebagai orang tua asuh bagi peserta SM3T Unsyiah. Bahkan mereka dengan terbuka menyatakan berhasrat menjadikan calon cekgu kita sebagai calon menantu. Ini tentu berbahaya. Sebab peserta SM2T tidak dibenarkan menikah selama 2 tahun, hingga mereka menyelesaikan program pendidikan profesi guru (PPG) nantinya.
Wallhu’alam bissawab.
(Reportase  dari Lewoleba by Wildan)

Sumber: http://fkip.unsyiah.ac.id
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP
Radio Streaming PPG SM-3T UNP
 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org