480 Sarjana UNM Ikuti Program SM-3T - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » 480 Sarjana UNM Ikuti Program SM-3T

480 Sarjana UNM Ikuti Program SM-3T

Written By Irfan Dani on Thursday, September 27, 2012 | 10:12 AM

  Image: Corbis
MAKASSAR - Dari 1.638 peserta program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T), 480 di antaranya sarjana lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM). Keberhasilan UNM itu menjadi rekor tertinggi bagi sebuah universitas menempatkan lulusannya di program ini.

Secara total, Ditjen Dikti Kemendikbud RI menyediakan kuota 2.990 sarjana dalam program SM-3T di seluruh Indonesia. Saat ini masih tersedia 1.352 kuota yang harus dipenuhi para sarjana di Tanah Air. Disyaratkan bagi yang lolos seleksi untuk bersedia ditugaskan selama satu tahun di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di wilayah Indonesia. Sedangkan kawasan yang menjadi tujuan SM-3T, antara lain, Kabupaten Biak Numfor (Papua), Kabupaten Manggarai Timur dan Sumba Timur (Nusa Tenggara Barat), Kabuapaten Raja Ampat, Teluk Bintuni, Sorong, Manokwari, dan Merauke (Papua Barat), Simeleuki (Nanggroe Aceh Darussalam), dan beberapa kabupaten di Kalimantan Barat dan Kaltim.

Mengacu visinya, SM-3T ditujukan untuk mengatasi kekurangan guru sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama manusia.  Malahan, program ini telah menjadi metode baru untuk perekrutan guru. 

Guru yang ditentukan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terlebih dahulu mesti ikut program SM-3T. Rekrutmen guru dan tenaga pengajar tidak lagi ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) seperti dulu.

"Dengan 480 orang yang lolos seleksi ini, artinya kami berhasil mengisi 16,05 persen kuota yang tersedia atau yang tertinggi pertama di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa luaran UNM sanggup bersaing secara terbuka," ungkap Ketua Pelaksana SM-3T, Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, di Gedung Rektorat UNM, kemarin.

Disebutkan, peserta yang mengikuti SM-3T harus menjalani pemeriksaan ketat. Mulai dari seleksi administrasi; tes akademik yang meliputi tes potensi akademik (TPA) seperti tes kemampuan berpikir, analogi, logis, analisis, deret numerik, dan komparasi; tes kemampuan dasar dalam bidang bahasa Indonesia dan Inggris; serta tes kualifikasi matematika dasar serta tes penguasaan kompetensi akademik bidang studi keahlian.

"Pendaftaran dilakukan secara on-line dan peserta diseleksi langsung secara nasional.  UNM menjadi salah satu penyelenggara pendaftaran wilayah Indonesia Timur yang melakukan verifikasi dokumen serta wawancara," tutur Prof. Eko.

Diungkapkan, dari 390 Lembaga Pendidik dan Tenaga Pendidikan (LPTK) di Indonesia, hanya 17 LPTK yang diberi mandat oleh Ditjen Dikti Kemendikbud RI. Beberapa LPTK yang sukses meloloskan alumninya dan secara berurutan menempati peringkat di bawah UNM, yakni Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh) di urutan kedua dengan 399 orang (13,34 persen), lalu Universitas Negeri Padang 258 orang (8,63 persen), Universitas Negeri Medan 229 orang (7,66 persen), dan Universitas Negeri Semarang dengan 272 orang atau 9,10 persen.

Berikutnya, Prof. Eko menguraikan, setelah menjalankan program SM-3T, para peserta akan kembali ke tempat domisilinya masing-masing, lalu langsung menjalani masa prajabatan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Setelah itu, kepada status mereka langsung diterakan sertifikasi sebagai guru. Terakhir, menunaikan tugas dengan gaji dan tunjangan sertifikasi guru.(rfa)
MAKASSAR - Dari 1.638 peserta program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T), 480 di antaranya sarjana lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM). Keberhasilan UNM itu menjadi rekor tertinggi bagi sebuah universitas menempatkan lulusannya di program ini.

Secara total, Ditjen Dikti Kemendikbud RI menyediakan kuota 2.990 sarjana dalam program SM-3T di seluruh Indonesia. Saat ini masih tersedia 1.352 kuota yang harus dipenuhi para sarjana di Tanah Air. Disyaratkan bagi yang lolos seleksi untuk bersedia ditugaskan selama satu tahun di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di wilayah Indonesia. Sedangkan kawasan yang menjadi tujuan SM-3T, antara lain, Kabupaten Biak Numfor (Papua), Kabupaten Manggarai Timur dan Sumba Timur (Nusa Tenggara Barat), Kabuapaten Raja Ampat, Teluk Bintuni, Sorong, Manokwari, dan Merauke (Papua Barat), Simeleuki (Nanggroe Aceh Darussalam), dan beberapa kabupaten di Kalimantan Barat dan Kaltim.

Mengacu visinya, SM-3T ditujukan untuk mengatasi kekurangan guru sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama manusia.  Malahan, program ini telah menjadi metode baru untuk perekrutan guru. 

Guru yang ditentukan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terlebih dahulu mesti ikut program SM-3T. Rekrutmen guru dan tenaga pengajar tidak lagi ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) seperti dulu.

"Dengan 480 orang yang lolos seleksi ini, artinya kami berhasil mengisi 16,05 persen kuota yang tersedia atau yang tertinggi pertama di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa luaran UNM sanggup bersaing secara terbuka," ungkap Ketua Pelaksana SM-3T, Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, di Gedung Rektorat UNM, kemarin.

Disebutkan, peserta yang mengikuti SM-3T harus menjalani pemeriksaan ketat. Mulai dari seleksi administrasi; tes akademik yang meliputi tes potensi akademik (TPA) seperti tes kemampuan berpikir, analogi, logis, analisis, deret numerik, dan komparasi; tes kemampuan dasar dalam bidang bahasa Indonesia dan Inggris; serta tes kualifikasi matematika dasar serta tes penguasaan kompetensi akademik bidang studi keahlian.

"Pendaftaran dilakukan secara on-line dan peserta diseleksi langsung secara nasional.  UNM menjadi salah satu penyelenggara pendaftaran wilayah Indonesia Timur yang melakukan verifikasi dokumen serta wawancara," tutur Prof. Eko.

Diungkapkan, dari 390 Lembaga Pendidik dan Tenaga Pendidikan (LPTK) di Indonesia, hanya 17 LPTK yang diberi mandat oleh Ditjen Dikti Kemendikbud RI. Beberapa LPTK yang sukses meloloskan alumninya dan secara berurutan menempati peringkat di bawah UNM, yakni Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh) di urutan kedua dengan 399 orang (13,34 persen), lalu Universitas Negeri Padang 258 orang (8,63 persen), Universitas Negeri Medan 229 orang (7,66 persen), dan Universitas Negeri Semarang dengan 272 orang atau 9,10 persen.

Berikutnya, Prof. Eko menguraikan, setelah menjalankan program SM-3T, para peserta akan kembali ke tempat domisilinya masing-masing, lalu langsung menjalani masa prajabatan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Setelah itu, kepada status mereka langsung diterakan sertifikasi sebagai guru. Terakhir, menunaikan tugas dengan gaji dan tunjangan sertifikasi guru.(rfa)
 
Sumber:
okezone.com 
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP
Radio Streaming PPG SM-3T UNP
 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org